Kajari Batanghari Minta Generasi Muda Suarakan Gerakan Anti Korupsi 

Senin, 10 Desember 2018 - 19:46:34 WIB - Dibaca: 4630 kali

(Ardian Faisal/Jambione.com)

Muara Bulian - Kejaksaan negeri (Kejari) Batanghari, Senin (10/12) pagi melaksanakan upacara peringatan Hari Anti Korupsi (HAK) se-Dunia tahun 2018. Upacara HAK dipimpin langsung Kepala Kejari Batanghari Mia Banulita, SH, MH. 

Peserta upacara peringatan HAK se-Dunia 2018 bukan hanya internal Kejari Batanghari. Bupati Batanghari Ir H. Syahirsah SY diwakili Sekretaris daerah (Sekda) H. Bakhtiar dan Forkompimda turut hadir.

Perwakilan pelajar mulai tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), juga berbaris rapi memadati lapangan hitam Kejari Batanghari. 

Dalam sambutan, Kajari Batanghari membacakan amanat Jaksa Agung Republik Indonesia. Kajari kemudian bersama Sekda Bakhtiar dan Forkompimda Batanghari menyerahkan hadiah kepada juara lomba pidato rangkaian peringatan HAK se-Dunia 2018 usai upacara. 

Peserta juara lomba pidato tingkat SD, SMP dan SMA tampil memukau saat menyampaikan pidato dengan tema Genarasi Anti Korupsi (GAT). 

"Saya acungkan dua jempol untuk generasi muda di Kabupaten Batanghari, materi pidato mereka hebat-hebat," puji Mia Banulita usai upacara berlangsung. 

"Artinya mereka benar-benar melakukan riset terlebih dahulu sebelum mereka membuat materi generasi anti korupsi. Mereka generasi yang potensial, saya harap mendapat dukungan dari pemerintah setempat," imbuhnya. 

Ia berkomitmen akan melaksanakan apa yang menjadi mandat pimpinan, yaitu Kejari Batanghari mencanangkan zona integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dan Wilayah Bebas Korupsi (WBK). 

"Ini merupakan perwujudan Kejari Batanghari khususnya mendukung kebijakan pimpinan. Dalam rangka melakukan pencegahan korupsi di indonesia khususnya Kabupaten Batanghari," tegasnya. 

Harapan besar peringatan HAK se-Dunia 2018 sebagai ajang introspeksi diri, memperbaiki, mengevaluasi apa yang telah dilakukan sebelumnya dan apa yang akan dilakukan kedepan, khususnya dalam rangka penegakan tindak pidana korupsi.

Dalam momentum ini Kejari Batanghari menyebarkan budaya anti korupsi dikalangan masyarakat, stake holder terkait, kementrian dan lembaga yang ada didaerah itu.

Pencanangan wilayah atau zona integritas ditandai dengan penandatanganan deklarasi oleh pegawai Kejari Batanghari dan Forkompimda. 

"Kami mohon dukungan, khususnya dari masyarakat agar Batanghari tetap berada dalam wilayah zona integritas anti korupsi," tuturnya.

Kejari Batanghari telah menjalankan fungsi dari Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) untuk membantu memberikan pendampingan, konsultasi hukum dan pengawasan terkait pengelolaan keungan dan terkait pembangunan proyek-proyek strategis nasional maupun daerah.

Generasi muda untuk menyuarakan gerakan anti korupsi tak luput dari perhatian Kejari Batanghari. Melalui generasi muda diharapkan dapat menggugah para pemangku jabatan untuk tidak berbuat korupsi.

"Generasi muda merupakan generasi penerus bangsa, jika generasi muda sejak dini telah menyuarakan gerakan anti korupsi, diharapkan kedepan tidak ada lagi kegiatan-kegiatan korupsi," tegas Mia.

Peringatan HAK se-Dunia 2018 mengusung tema Melangkah Pasti, Cegah dan Berantas Korupsi. Tanpa Korupsi Indonesia Berprestasi. (fai)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA